Konsep MK Indonesia Tak Mengenal Judicial Preview


dg mahfud“Bila judicial preview diterapkan, nanti Mahkamah Konstitusi (MK) bisa tersandera,” ujar Ketua MK Mahfud MD. Pendapat ini untuk merespon wacana yang berkembang di parlemen.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan sistem judicial preview belum dikenal dalam konsep MK di Indonesia. “Di Indonesia ini kita tidak dirancang untuk judicial preview,” ujar Mahfud di ruang kerjanya, Rabu (14/10). Konsep judicial preview adalah ketika MK diminta pendapatnya terhadap rancangan undang-undang yang sedang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Yakni, apakah RUU itu bertentangan dengan UUD 1945 atau tidak.

Pendapat Mahfud ini untuk merespon wacana yang sedang berkembang di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan dalam setiap penyusunan sebuah undang-undang, DPR akan menggelar konsultasi dengan MK. Sistem ini diadakan dengan tujuan agar pekerjaan panjang anggota dewan dalam menyusun undang-undang tidak sia-sia karena produknya dibatalkan oleh MK.

“Jadi kita sepakati, sebelum kita sahkan, alangkah baiknya kita konsultasikan ke MK. Sehingga apapun yang disahkan itu, walaupun di judicial review, kira-kira tidak akan dibatalkan lagi oleh MK. Jadi kerja 560 orang anggota dewan ini betul-betul efektif, jangan sampai nanti baru berlaku (UU, red) dibatalkan sebagaimana terjadi di masa-masa yang lalu,” jelas Marzuki, Selasa (13/10).

Mahfud memang belum mengetahui apa sebenarnya yang dikehendaki oleh DPR. “Kami akan diskusikan terlebih dahulu,” tuturnya. Namun, bila DPR harus menggelar konsultasi dengan MK setiap membuat UU, hal itu sulit untuk dilaksanakan. Pasalnya, kewenangan seperti ini masuk dalam kategori judicial preview atau constitutional preview.

Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) ini memahami gagasan tersebut muncul karena banyak UU produk DPR dan Presiden yang dibatalkan oleh MK. Mahfud mengatakan yang bisa dilakukan oleh MK hanya berupa memberi masukan secara umum. “Kita bisa memberi identifikasi kenapa selama ini banyak UU yang dibatalkan. Tapi secara umum,” tambahnya.

Lebih lanjut, jelas Mahfud, secara teoritis judicial preview memang dikenal di banyak negara. Di antaranya adalah Polandia dan Perancis. Bahkan di Polandia, MK-nya menganut judicial preview dan judicial review sekaligus. “Presiden bisa meminta masukan ke MK terhadap UU yang sedang dibahas dengan parlemen,” ujarnya.

Mahfud menilai penggunaan sistem ini tidak ideal. “Seharusnya dipilih salah satu,” ujarnya. Ia khawatir bila dua sistem ini diterapkan MK sekaligus maka para hakim konstitusi seakan sudah tersandera. “Dalam judicial review, MK menjadi tersandera karena sudah memberi pendapat terlebih dahulu (dalam judicial preview,-red). Itu kan jadi mubazir,” jelasnya.

Lagipula, jelas Mahfud, sistem judicial preview juga dianggap kurang tepat. Karena dalam sistem itu, lembaga yudikatif seperti MK dilibatkan dalam proses legislasi yang seharusnya menjadi kewenangan lembaga legislatif. “Itu tak bagus bagi sistem ketatanegaraan,” tambahnya.

Mahfud mengatakan proses legislasi memang harus diserahkan ke DPR dan Presiden. “Biar DPR berdebat sehebat-hebatnya membuat UU sesuai dengan aspirasi politik masyarakat,” tuturnya. Sedangkan MK menunggu bila ada masyarakat atau warga negara yang menggugat karena hak konstitusionalnya dirugikan dengan berlakunya UU tersebut.

Meski begitu, Mahfud tak mau buru-buru menolak gagasan yang dilontarkan oleh DPR. “Kita tidak bisa serta merta mengatakan DPR itu salah dan itu tidak boleh. Kita tunggu dulu. Saya mau dengar dulu apa gagasannya,” pungkas Mahfud.

(Ali)

Sumber;hukumonline.com

image;www.irvanogie.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: