Diberhentikan sebagai PNS, Menggugat ke Pengadilan


Selasa, 15 September 2009 | 04:38 WIB

KORPRI_0Jakarta, Kompas – Dokter Judilherry Justam mengajukan gugatan ke pengadilan tata usaha negara karena diberhentikan sebagai dosen/pegawai negeri sipil di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia diberhentikan gara-gara menandatangani Petisi 50.

Judilherry menggugat Menteri Pendidikan Nasional RI dan dalam persidangan Senin (14/9) kemarin memasuki tahap mendengarkan saksi-saksi.

Majelis hakim yang dipimpin Bonnyarti Kala Lande itu mendengarkan keterangan tiga saksi yang diajukan pihak Judilherry, yakni AM Fatwa, Sri Bintang Pamungkas, dan Sekretaris Kelompok Kerja Petisi 50 Chris Siner Key Timu. Dalam kesaksiannya, AM Fatwa mengungkapkan, dirinya juga diberhentikan sebagai PNS pada tahun 1979 karena terlibat dalam perumusan Petisi 50. Bahkan AM Fatwa mengakui dirinyalah yang mengumpulkan sebagian besar tanda tangan tokoh masyarakat dalam Petisi 50 tanggal 5 Mei 1980 itu. Petisi 50 merupakan bentuk kritik terhadap pemerintahan Orde Baru.

Judilherry yang ikut menandatangani Petisi 50 diberhentikan sebagai dosen/PNS tanggal 7 Agustus 1980 dengan alasan ”pegawai negeri sipil berkelebihan”. Berbeda dengan AM Fatwa yang statusnya direhabilitasi dan masa kerjanya diperhitungkan, masa kerja Judilherry tidak diperhitungkan. Dalam berkas gugatan disebutkan masa kerja Judilherry dihitung 7 tahun 7 bulan dengan gaji pokok Rp 1.437.400 dan pangkat/golongan Penata Muda (IIIa). (LUK)

sumber; kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: