Kunjungan Calon Hakim angkatan IV ke Gedung Mahkamah Agung;


di Mahkamah agung

Jakarta. Salah satu rangkaian kegiatan Pendidikan dan Latihan bagi Calon Hakim angkatan IV adalah agenda kunjungan ke Gedung Mahkamah Agung di Jakarta. Dengan menumpangi lima bis, rombongan Cakim angkatan IV dari empat peradilan tersebut meninggalkan Pusdiklat MA di Megamendung, 13/8/09 menuju gedung Mahkamah Agung. Rombongan Cakim tiba di Gedung Mahkamah Agung tepat pukul 11.00 WIB dan diterima oleh jajaran Pimpinan Mahkamah Agung yang diwakili oleh Ketua Muda Pembinaan, DR. Widayanto, SH dan Ketua Muda Pengawasan Hatta Ali, SH, MH.

Di awal pertemuan, DR. Supandi selaku Kepala Pusdiklat Tekhnis MA RI yang memimpin rombongan memberikan pengantar. Dalam sambutan tersebut, Dr. Supandi menyampaikan bahwa gedung Mahkamah Agung ini adalah gedung kebanggaan setiap elemen keluarga besar Peradilan di Indonesia. Oleoh karena itu menurut Kapusdiklat, segenap Cakim seharusnya menjaga nama baik Mahkamah Agung melalui kehidupannya sebagai Hakim yang senantiasa sesuai dengan Pedoman Prilaku Hakim. Selain itu, secara tekhnis nama baik Mahkamah Agung akan terjaga lewat putusan hakim yang berkualitas. Sementara dalam sambutannya, Tuada Pembinaan mengharapkan agar semua Cakim angkatan IV saat ini lulus dalam Diklat yang sudah berlangsung 3 bulan ini. Dengan demikian, dalam konteks pembinaan, Tuada Pembinaan akan menginstruksikan kepada semua ketua Pengadilan untuk memberdayakan dan membina Cakim yang sudah lulus diklat di Satker masing-masing. “ Namun demikian, para Cakim diminta lebih memiliki anisiatif dan kreatif dalam melatih kemampuan di satker masing-masing, jangan mengeluh dengan keterbatasan dana dan kesempatan”. Ujian Kode Etik di daerah akan dihapus. Pada kesempatan yang sama, Tuada Pengawasan Hatta Ali, SH menegaskan bahwa para Cakim harus berhati-hati dalam menjalakan profesinya, sebab Mahkamah Agung akan senantiasa memberikan pengawasan dengan standar Pedoman Profesi Hakim. Sementara itu, menanggapi pertanyaan salah seorang peserta terkait dengan pelaksanaan ujian kode etik bagi Cakim oleh pengurus IKAHI Daerah, maka Hatta Ali yang juga Pengurus Pusat IKAHI justru bertanya kepada semua Cakim.”Apakah menurut anda semua, ujian kode etik bagi Cakim oleh pengurus IKAHI Daerah masih diperlukan lagi? Serentak semua Calon Hakim menjawab, “Tidak….!. Karena semua Cakim menjawab tidak perlu, maka Tuada Muda Hatta Ali selaku Pengurus Ikahi menjanjikan akan menyampaikan aspirasi dan keinginan para Cakim dalam Musyawarah Nasional IKAHI oktober mendatang. Menimpali aspirasi dari para Cakim terhadap penghapusan ujian kode etik yang dilakukan Ikahi Daerah pasca Cakim mengikuti Diklat Cakim, Tuada Pembinaan menyatakan persetujuannya. Menurut Dr. Widayanto, dirinya setuju ujian kode etik dihapus mengingat para Cakim akan mengikuti ujian Kode Etik Hakim sebagai salah satu rangkaian ujian dalam pelaksanaan Diklat Cakim tahun 2009 ini. Faktor kedua, sebagai penanggung jawab materi Pedoman Prilaku Hakim dalam Diklat Cakim, Tuada Muda merasa bertanggung jawab atas materi, pemateri berikut ujian tentang Pedoman Prilaku Hakim. Sehingga menurut Tuada Pembinaan ini, ketika ada ujian lagi di daerah, dikhawatirkan terjadi tumpang tindih atau mispersepsi atas materi PPH. Faktor ketiga, pelaksanaan ujian kode etik di daerah selama ini tidak memiliki referensi dan system yang baku, baik soal waktu pelaksanaan maupun metode ujiannya. Sehingga pelaksanaan ujian suatu daerah akan berbeda dengan yang lainya. (Irvan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: