DISKUSI REFORMASI PERADILAN DI BELANDA dan INDONESIA: NICO TUIJN (Hakim Agung Belanda); “Tak ada satupun sistem hukum yang terbaik dan sempurna”


Prof Paulus

Bogor. Di sela-sela pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Calon Hakim angkatan VI di Megamendung, Bogor diadakan Diskusi DISKUSI MENGENAI REFORMASI PERADILAN DI BELANDA Dan INDONESIA. Dari pihak Indonesia, hadir sebagai Pembicara, Prof. DR. Paulus Lotulung (Ketua Muda Peradilan Tata Usaha Negara Mahkamah Agung R.I/Ketua Tim Pembaharuan Mahkamah Agung RI). Sedangkan dari pihak Belanda, tampil sebagai Pembahas adalah NICO TUIJN (Hakim Agung Belanda)

Pada sesi pertama, Prof Paulus dari Mahkamah Agung RI menjelaskan bahwa Reformasi atau Pembaharuan Peradilan di Indonesia sudah dimulai sejak berlakunya sistem satu atap dalam konteks kekuasaan kehakiman; dulu masih dua atap, secara tekhnis dikelola di Departemen Kehakiman sedangkan secara Tekhnis yuridis ada di Mahkamah Agung. Sebagai langkah konkrit dari upaya Reformasi Peradilan di Indonesia, maka menurut Prof. Paulus Lotulung, saat ini telah disusun Cetak Biru (blue print) Pembahauan Mahkamah Agung; kemudian pembentukan Tim Pembaharuan dan Menyusun prioritas Pembangunan Pembaharuan MA. Selanjutnya dibentuklah beberapa kelompok kerja. Ada 6 Pokja; Manajemen Perkara; Manajemen Tekhnologi Informasi; Pengelolaan Sumber Daya Manusia; Pendidikan dan Pelatihan; Manajemen Keuangan; dan Pengawasan; Dalam rangka meningkatkan kode etik dan prilaku Hakim
Masing-masing Pokja tersebut telah berjalan sesuai dengan sistem dan program masing-masing. ” Dalam konteks Diklat, disusunlah buku Pendidikan untuk menjadi acuan dalam pelaksanaan Diklat di empat Pengadilan; termasuk penyusunan kurikulum yang berbasis pada pendidikan pembelajaran orang dewasa ” ujar Professor lulusan Universitas Paris I Sorbonne, Perancis ini

Belajar dari Belanda
Pada sesi kedua diskusi tersebut, Nico Tuijn dari Mahkamah Agung Belanda mengawali pembicaraannya dengan mengungkapkan rasa bangganya karena mendapat undangan dari Prof. Paulus Lotulung dari MA .RI untuk hadir dan berbicara di hadapan para Calon Hakim dari seluruh Indonesia. Nico menuturkan bahwa kesempatan berbicara di Indonesia ini sebagai bagian dari membandingkan dan mendiskusikan sistem dan dinamika hukum antara negara Indonesia dan Belanda. ” Hukum Perbandingan (antar negara) masih menjadi sangat penting dalam rangka memperkaya pengetahuan tentang sistem hukum yang berlaku di masing-masing negara. Meskipun dari segi sistem terdapat banyak perbedaan, namun bisa kita pahami bahwa tak ada satupun sistem hukum yang terbaik dam sempurna. Merupakan hal yang baik apabila kita selalu mempelajari sistem-sistem itu dan belajar secara praktis ” tutur Doktor spesialis Hukum Kriminolog ini.
Hakim Agung kelahiran 18 November 1954 ini mengingatkan bahwa ada 2 tugas pokok seorang Hakim, yakni Membuat suatu putusan dan membuat penjelasan atas putusan yang dbuatnya. ” Jadi, yang paling penting bagi seorang Hakim, khususnya Hakim yang masih yunior adalah memberi alasan atau argumentasi yang bagus, tidak penting bahwa alasan itu diterima oleh hakim senior kita” ujar pria lulusan Universitas Leiden, Belanda ini.
Pada kesempatan tersebut, Nico juga menceritakan bahwa Hakim di Belanda itu bekerja selama 60 Jam/minggu. jam kerja kami 60 jam per minggu; sedangkan jumlah hakim Belanda sekitar 2000 Hakim. ” Saya melihat di sini, ada Hakim wanita sebagaimana juga di Belanda. Namun dari jumlah Hakim keseluruhan, 50 % adalah hakim wanita dan sejak Januari tahun 2009 ini lebih banyak lagi Hakim wanita yang bergabung sebagai Hakim” tutur Nico. Tingginya jumlah Hakim Wanita di Belanda disebabkan karena wanita di Belanda bisa kerja paruh waktu sebagi Hakim (Irvan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: