Bermain Tanpa Pola, Tim Pengadilan Umum A ditundukkan Tim Pengadilan Militer,0-3


pembukaan sepak bolaBOGOR. Sepak bola, Salah satu Cabang Olahraga yang dipertandingkan pada hari Pertama Pekan Olah Raga dalam Rangka  Perayaan HUT proklamasi kemerdekaan RI ke-64 Tanggal 17 agustus 2009 Pendidikan dan pelatihan calon hakim angkatan  IV Di 4 lingkungan peradilan Indonesia pusdiklat mahkamah agung republik Indonesia. Kemarin sore, 27/7 cabang Sepak Bola mempertandingkan Tim Sepak bola Pengadilan Militer berhadapan dengan Tim Sepak Bola Pengadilan Umum A.

Di awal babak pertama, kedua kesebelasan terkesan tampil nervous dan grogi mengingat begitu banyaknya suporter yang mendukung kedua kesebelasan, khususnnya kesebelasan Pengadilan Umum A. Praktis sepanjang babak pertama, Pengadilan Umum A di bawah komando Adhyaksa David Pradipta (PN Kendari) cukup sulit menembus pertahanan Pengadilan Militer yang dikawal oleh Bek tangguh,Adeng, SH. Sebaliknya, serangan yang dibangun oleh Pengadilan Militer yang biasannya diawali dari kaki sang kapten , Jonarku ternyata juga tidak begitu mudah melewati  pertahanan ketat yang dibangun oleh bek mungil Pengadilan Umum, Johan Wahyu Hidayat (PN Kepanjen). Sehingga penonton disuguhi pertandingan yang kurang menarik mengingat pergerakan bola hanya berada di lapangan tengah tanpa ada serangan yang berbahaya ke masing-masing gawang lawan.

Meskipun demikian, babak pertama berjalan begitu alot dan cenderung keras. Bahkan pada menit ke-10, Pengadilan Umum A harus kehilangan sang kapten, David karena cedera dan digantikan oleh striker lincah, Baharuddin Tomat Jahu (PN Manado). Selain itu, bola yang digunakan pun harus diganti karena pecah akibat bentrokan keras  antara pemain tengah Pengadilan umum, Putu Agung Putra (PN Gianyar) dengan pemain tengah Pengadilan Militer, A. Jailanie (Dilmilti Medan). Pada menit ke-12, Tim Pengadilan Umum memiliki peluang menciptakan gol seandainya umpan matang dari sayap kanan yang dilepaskan oleh Eko Arief  Wibowo (PN Sleman) mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Hendrik Tarigan (PN. Medan). Namun sayang, bola tidak mampu dikendalikan oleh Hendrik dan hanya menghasilkan tendangan gawang bagi Pengadilan Militer yang dikawal oleh Nelson Siahaan. Menjelang akhir babak pertama,Pengadilan Militer mendapat peluang menciptakan gol lewat tendangan kaki Abuzar Hafari, namun sayang Penjaga gawang Pengadilan Umum, Rinaldi (PN. Rokan Hilir) lebih cepat menyambut dan menangkap bola dengan tepat. Skor 0-0 untuk kedua kesebelasan bertahan sampai babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, pertandingan mulai berjalan dalam tempo tinggi, sehingga wasit yang memimpin pertandingan, Dzikri (Mahkamah Syar’iyyah Jantho) sering memberi peringatan keras atas pelanggaran yang terjadi. Untuk mempertajam serangan, Tim Pengadilan Umum memasukkan striker handal mereka, Yusuf  Sembiring (PN Banda Aceh) menggantikan pemain tengah, Putu Agung. Selain itu, untuk mengintensifkan serangan dari Sayap, Tim Pengadilan Umum mengganti Andhika Perdana (PN Cibinong) dengan Andreas Arman Sitepu (PN. Sengeti) dan Hendrik digantikan Robi Hermawan (PN. pontianak). Dengan komposisi demikian, Tim Pengadilan umum berupaya menyusun serangan secara bergelombang ke jantung pertahanan Pengadilan Militer. Namun keasyikan menyerang, justru Pengadilan Umum kebobolan terlebih dahulu lewat tendangan bebas Kapten Jonarku yang tidak mampu diantisipasi oleh Rinaldi. 1-0 untuk Pengadilan Militer.

Bermaksud mengejar ketinggalan, Tim Pengadilan Umum berupaya melakukan penetrasi ke pertahanan Pengadilan Militer melalui striker Eko dan Yusuf Sembiring. Tapi akibat serangan yang cenderung tidak terpola dengan baik, kedua striker ini gagal memanfaatkan peluang. Justru dengan serangan balik, Pengadilan Militer kembali unggul. Berawal dari kemelut di depan gawang Rinaldi, bola tidak mampu dikendalikan secara baik oleh Johan dan mampu direbut oleh pemain tengah Pengadilan Militer, Mustofa dan langsung memberi umpan ke Abdul Halim dan dengan sekali sontekan, Halim menceploskan bola ke gawang Rinaldi yang sudah terlanjur keluar dari gawangnya. 2-0 untuk pengadilan Militer.

Tertinggal 2-0 membuat kondisi Tim Pengadilan Umum cenderung tertekan. Untuk mengendalikan pertahanan, Johan diganti dan memasukkan Bek tengah, Joko Ciptanto (PN. Pekanbaru) dan memasukkan striker baru, Arlyan (PN. Bekasi). namun pergantian pemain tidak membuat serangan Pengadilan Umum tertata secara baik. Memanfaatkan kondisi lawan yang cnderung menyerang,  melalui serangan balik, tim Pengadilan Militer kembali unggul lewat sundulan kepala dari Abdul Halim. Gol tersebut  berawal dari umpan pendek yang dilepas oleh Arif  Sumarsono kepada Joko Trianto dan Joko lengsung umpan lambung ke mulut gawang Pengadilan Umum, dengan cepat tanpa pengawalan yang ketat, Halim berhasil menyundul bola dan Gol. 0-3 pengadilan umum tertinggal.

Sampa pluit babak kedua dibunyikan, skor tetap tidak berubah, 3-0 Untuk pengadilan Militer. (Irvan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: