Kadar Slamet (Hakim Tinggi PTUN Jakarta); “ Tidak Mudah Menguji Keabsahan K. TUN”


diskusi kelompk 2Seorang Hakim PTUN dituntut untuk memiliki pengetahuan dan referensi yang cukup terhadap dinamika Ilmu Negara dan Ilmu Administrasi Negara. Kedua ilmu tersebut penting mengingat salah satu pokok tugas dari Hakim PTUN adalah menguji Kebsahan K.TUN dan seluk beluk sebuah K.TUN memiliki berbagai dimensi tentang perundang-undangan dan administrasi negara. Sehingga pada prakteknya, tidak mudah seorang Hakim TUN dalam menguji sah tidaknya sebuah K. TUN dalam perkara di PTUN. Demikian beberapa butir pikiran yang disampaikan oleh Kadar Slamet, SH, M. Hum, Hakim Tinggi PT PTUN Jakarta di hadapan Calon Hakim PTUN dalam kegiatan Pendidikan dan Diklat Cakim di Megamendung, Bogor, 21/7.

Lebih lanjut Kadar Slamet mengingatkan bahwa perlu kejelian dan sekaligus kehati-hatian dalam menguji K. TUN karena terbatasnya referensi hukum materil dalam PTUN. ” Karena kita belum memiliki kaedah materiil, maka harus banyak menggunakan dan menggali doktrin terhadap urusan atau hukum administrasi ” ujar salah seorang Hakim Pengawas di Mahkamah Agung ini. Dengan terbatasnya kaedah materil di PTUN, maka wajib bagi Hakim PTUN untuk memperkaya diri dengan banyak membaca referensi tentang doktrin serta kajian yang terkait dengan administrasi pemerintahan. Menurut mantan Ketua PTUN Jakarta ini, dalam prakteknya kehati-hatian dan kejelian Hakim sudah dimulai ketika harus menguji Kompetensi Absolut dan Relatif PTUN terhadap suatu gugatan. Hal ini penting mengingat Kompetensi Absolut dan Relatif sangat menentukan layak tidaknya suatu gugatan terhadap KTUN diadili di PTUN. ” Namun biasanya sering terjadi, Hakim sering menghiraukan dan tidak jeli terhadap posisi kompetensi PTUN terhadap suatu gugatan, tapi hakim langsung memeriksa dan fokus pada inti pokok sengketa” jelas Kadar Slamet. Dalam kedua menguji kompetensi di atas, belum menyentuh pokok perkara, dengan demikian masuk dalam inti KTUN yang digugat. Apabila hakim tidak fokus pada soal Kompetensi, maka hal itu menunjukkan kurang cermat dan ketelitiannya dalam menguji layak tidaknya sebuah gugatan K.TUN diadili di PTUN.

Penting Memahami Kewenangan Absolut PTUN

Bapak Kadar Slamet menegaskan bahwa terkait Soal Kompetensi Absolut, seorang Hakim PTUN harus ekstra cermat mengingat sebuah K. TUN yang digugat memiliki peluang bersinggungan dengan komptensi pengadilan lain. Apalagi saat ini sudah banyak model pengadilan khusus yang terkait dengan keluarnya K. TUN. ” Kompetensi Absolut akan selalu berkaitan dengan titik singgung dengan kompetensi lain ;seperti kompetensi Peradilan Perdata, kompetensi Pengadilan Niaga, Kompetensi pengadilan Pajak dan yang lainnya” urai Kadar Slamet. Lebih jauh menerangkan bahwa dalam kasus-kasus tertentu sering terjadi antara Pengadilan Tata Usaha Negara dengan Badan peradilan lain sama-sama merasa memeriksa dan memutus terhadap obyek gugatan yang sama. Akibatnya sering menimbulkan putusan yang berbeda atau bertentangan satu sama lain. Hal ini muncul karena disebabkan oleh materi yang dipersengketakan penggugat ada titik singgung kewenangan mengadili antara PTUN dengan pengadilan lain;misalnya antara sertifikat tanah dan hak milik. Untuk mencegah hal tersebut, Hakim Pengawas MA ini memberi rekomendasi pada hakim; Pertama, harus mempu menguasai Kewenangan absolut PTUN; kedua, memahami secara detail subyek atau pihak-pihak yang bersengketa di PTUN; ketiga, memahami secara utuh obyek sengketa yang dapat diperiksa dan diputus oleh PTUN; keempat, harus dikuasai asas-asas hukum yang berlaku di PTUN, seperti hukum administrasi, doktrin, dan yurisprudensi putusan-putusan PERATUN. (Irvan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: